Sabtu, 18 Januari 2014

Apa Itu Sujud Sahwi??


Assalamualaikum, kali ini tentangmaknakata akan membagikan kepada anda artikel yang membahas pengertian tentang sujud sahwi.

Sujud Sahwi adalah bagian ibadah Islam yang dilakukan di dalam salat. Sujud yang dalam arti lain  sujud tambahan ini maksudnya sujud dua kali karena ragu atau terlupa salah satu rukun shalat, baik kelebihan maupun kekurangan dalam melaksanakannya. Sedang hukumnya adalah sunat mu’akad.

Penyebabnya dilakukannya Sujud sahwi ada tiga yaitu : 
  1. menambahkan sesuatu (az-ziyaadah
  2. menghilangkan sesuatu (an-naqsh), 
  3. dalam keadaan ragu-garu (asy-syak) di dalam Salat.
Hadits - Hadits tentang sujud sahwi :

“Dari Abdullah bin Buhainah Al-Asdiy bahwasanya Rasulullah sallallahu alayhi wasallam pernah bangkit berdiri dalam shalat Dhuhur padahal mestinya duduk (attahiyyat awwal), maka setelah selesai shalat, dalam keadaan duduk sebelum salam beliau bersujud dua kali, dan beliau bertakbir pada tiap-tiap sujud dan para makmum juga mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan beliau untuk mengganti duduk (attahiyyat) yang terlupa itu.”  (HR. Muslim 1 : 399)


Hadits-hadits tentang sujud sahwi ada yang menyebutkan dilakukan sebelum salam, ada pula yang sesudah salam. Dengan demikian, pada dasarnya sujud sahwi boleh dilakukan sebelum atau sesudah salam.
Bagaimana Tata Cara Sujud Sahwi Itu ?
Sebagaimana telah dijelaskan dalam beberapa hadits bahwa sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud di akhir shalat —sebelum atau sesudah salam. Ketika ingin sujud disyariatkan untuk mengucapkan takbir “Allahu akbar”, begitu pula ketika ingin bangkit dari sujud disyariatkan untuk bertakbir.
Contoh cara melakukan sujud sahwi sebelum salam dijelaskan dalam hadits ‘Abdullah bin Buhainah,
“Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)
Contoh cara melakukan sujud sahwi sesudah salam dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah,
“Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudia beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)
Sujud sahwi sesudah salam ini ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Imron bin Hushain,
“Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim no. 574)
Apa saja Bacaan Sujud Sahwi Itu ?
Sebagian ulama menganjurkan bacaan ini ketika sujud sahwi,
“Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw” [Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa]
Namun dzikir sujud sahwi di atas cuma anjuran saja dari sebagian ulama dan tanpa didukung oleh dalil. Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,
“Perkataan beliau, ‘Aku telah mendengar sebagian ulama yang menceritakan tentang dianjurkannya bacaan, “Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huw” ketika sujud sahwi (pada kedua sujudnya), maka aku katakan, “Aku tidak mendapatkan asalnya sama sekali.”.’.”
Sehingga yang tepat mengenai bacaan ketika sujud sahwi adalah seperti bacaan sujud biasa ketika shalat. “Subhaana robbiyal a’laa” [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi]
Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Sujud sahwi. Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat untuk anda. 

Wassalam
Sumber : Islampos

Ditulis Oleh : sofyan Hari: Sabtu, Januari 18, 2014 Kategori:

Comments
0 Comments
Facebook Comments by Tentang Makna Kata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan komentar dan memberikan tanggapan kamu di posting ini. Kamu juga dapat berlangganan newsletter gratis kami untuk menerima semua posting "Tentang Makna Kata" secara langsung melalui e-mail.