Minggu, 12 Januari 2014

Asal Usul Kota Jakarta dan Berbagai Ciri Khasnya


Jakarta merupakan ibu kota dari negara kita Indonesia. Kota metropolitan ini adalah satu-satunya kota di Indonesia yang memilikistatus tingkat provinsi. Jakartamemiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 9.607.787 jiwa (2010). Wilayah metropolitan Jakarta(Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.

Sejarah Asal Usul Kota Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasio-nal yang ramai.

Ulasan  Sejarah

Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.

Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa.

Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar.

Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden.

MENGAMATI kota Jakarta bagaikan membaca catatan panjang yang merekam berbagai kejadian masa lalu. Berbagai bangunan dan lingkungan di Jakarta menyimpan jejak-jejak perjalanan masyarakatnya, bagaimana mereka bersikap menghadapi tantangan zamannya, memenuhi kebutuhan hidupnya dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ia menyimpan suka-duka dan pahit-manisnya perkembangan, di mana kita dapat menyerap pelajaran yang berharga.

Jakarta, Ibukota Republik Indonesia, memiliki banyak rekaman sejarah. Antara lain dalam bentuk bangunan maupun lingkungan. Di dalamnya tercermin upaya masyarakat masa lalu dalam membangun kotanya yang tak luput dari berbagai masalah dari zaman ke zaman.

“Jika kita memandang kota Jakarta sekarang, mungkin sulit terbayang bahwa ribuan tahun yang lalu kawasan ini masih baru terbentuk dari endapan lumpur sungai-sungai yang mengalir ke Jakarta. Misalnya Kali Ciliwung, Kali Angke, Kali Marunda, Kali Cisadane, Kali Besar, Kali Bekasi dan Kali Citarum. Usia dataran Jakarta kini diperkirakan 500 tahun berdasarkan geomorfologi, ilmu lapisan tanah.

Endapan ini membentuk dataran dengan alur-alur sungai yang menyerupai kipas. Dataran ini setelah mantap lama kelamaan dihuni orang dan terbentuklah beberapa kelompok pemukiman, di mana salah satunya kemudian berkembang menjadi pelabuhan besar, " kata Muhammad Isa Ansyari SS, Sejarawan Terkemuka di Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemda DKI Jakarta.

Ia menuturkan, kota Jakarta merupakan kota yang berkembang dengan cepat sejak mendapat peran sebagai Ibukota Rl. Perkembangan itu disebabkan oleh faktor-faktor sosial, ekonomi dan budaya yang saling menjalin satu sama lain.

Bermula dari sebuah lingkungan pemukiman kecil dengan kegiatan hidup terbatas, dan kemudian berkembang menjadi lingkungan pemukiman megapolitan dengan berbagai kegiatan yang amatkompleks. Dalam paparan sejarah pertumbuhannya, di mana pemerintah kotanya silih berganti dan kondisi masyarakatnya sangat majemuk, baik dari suku bangsa, ras dan agama berikut berbagai aspek kehidupannya, warga kotanya tetap membangun tempat bermukim dan berkehidupan mereka sesuai dengan kemampuan dana, daya dan teknologi yang mereka miliki.

Sejarah Kota Jakarta

Peta Batavia tahun 1897, Muhammad Isa Ansyari SS mengungkapkan sejarah kota Jakarta dimulai dengan terbentuknya sebuah pemukiman di muara Ciliwung. Menurut berita Kerajaan Portugal pada awal abad ke-15, pemukiman tersebut bernama "Kalapa" dan merupakan sebuah Bandar penting di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran, yang pusatnya pada waktu itu berada di Kota Bogor.

"Di Kerajaan Pajajaran, Bogor, itu kini masih terdapat prasasti peninggalan abad ke-16. Nama prasasti itu "Sato Tulis", peninggalan Rahyang Niskala Watu Kencana, Namun oleh orang Eropa Bandar tersebut lebih dikenal dengan nama Sunda Kalapa, karena berada di bawah kekuasaan Sunda," kata Muhammad Isa Ansyari SS.

Dalam sejarah, ujar Sejarawan Terkemuka Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemda OKI Jakarta itu, Bandar Malaka ditaklukkan Kerajaan Portugal pada 1511. Tujuan Portugal ketika itu adalah mencari jalur laut untuk mencapai kepulauan Maluku, sumber rempah-rempah. Maka pada 1522 mendaratlah kapal utusan dari Malaka di bawah pimpinan Francesco De Sa.

Menurut laporan Francesco De Sa terjadi perundingan dengan pemuka Bandar Kalapa yang berada di bawah kekuasaan Raja Sunda yang beragama Hindu.

Sementara itu di Jawa Tengan dengan surutnya Kerajaan Majapahit berkembanglah Kerajaan Islam di Demak. Kerajaan Islam itu kemudian menyerang Kerajaan Sunda di Jawa Barat meliputi Cirebon, Banten, Kalapa dan lain-lain. Mengingat kurangnya sumber-sumber asli Jawa Tengah tnengenai peristiwa itu, maka kita terpaksa berpaling kepada berita Kerajaan Portugal yang pada akhirnya tidak saja berlabuh di Maluku tetapi juga Kerajaan Portugal ini merapatdi Timor Timur, menyatakan bahwa pada 1526-1527 sebuah armada Portugal telah mengunjungi Sunda Kalapa untuk memenuni perfanjian tahun 1522.

"Ternyata mereka belum mengetahui bahwa telah terjadi perubahan kekuasaan dari Kerajaan Pajajaran ke Kerajaan Banten, yaltu orang-orang dari Jawa Tengah yang beragama Islam .Ivlenurut berita yang mereka dapat, nama Pangtima yang diberikan adalah Falatehan, sebutan mereka untuk nama Fatahillah," ujar Muhammad Isa Ansyari SS.

Masa Prasejarah

Di beberapa tempat di Jakarta seperti Pasar Minggu, Pasar Rebo, Jatinegara, Karet, Kebayoran, Kebon Sirih, Kebon Nanas, Cawang, Kebon Pala, Rawa Belong, Rawa Lefe, Rawa Bangke, ditemukan benda-benda pra sejarah seperti kapak, beliung, gurdi, dan pahat dari batu. Alat-alat tersebut berasal dari zaman batu atau zaman neolitikum antara tahun 1000 SM. Jadi, pada masa itu sudah ada kehidupan manusia di Jakarta.

"Dan seperti daerah latnnya, di Jakarta juga ditemukan prasasti. Prasasti Tugu ditemukan di Cilineing. Prasasti itu sarat informasi tentang Kerajaan Tarumanegara dengan Raja Purnawarman. Menurut prasasti itu, Jakarta merupakan wilayah Kerajaan Tarumanegara, kerajaan tertua di Puiau Jawa, di samping Bogor, Banten, Bekasi sampai Citarum di sebelah timur dan Giaruten," kata Muhammad isa Ansyari SS.

Kronologis Peristiwa Penting

Pada 686 Masehi. Kerajaan Tarumanegara hancur akibat serangan balatentara Kerajaan Sriwijaya. Abad ke-14, Jakarta masuk ke wilayah Kerajaan Pakuan Pajajaran yang sering disebtit Kerajaan Pajajaran, atau Kerajaan Sunda. Kerajaan Pajajaran memiiiki enam petabuhan, diantaranya pelabuhan Sunda Kalapa. Kota pelabuhan ini terletak di Teluk Jakarta - di muara sungai Citiwung - yang merupakan pusat perdagangan paling penting seiak abad ke-12 hingga ke-16.

Senin, 21 Agustus 1522. Begitu pentingnya, Sunda Kalapa tak luput dari incaran orang-orana Portugis yang sejak tahun 1511 sudah bercokol di daratan Malaka. Keinginan mereka mendapatkan sambutan baik dari Raja Pajajaran. Selain berkepentingan soal perdagangan, Raja Pajajaran juga bermaksud meminta bantuan orang-orang Portugis dalam menghadapi orang-orang Islam, yang sudah banyak pengikutnya di Banten dan Cirebon. Demak, kala itu, sudah menjadi pusat kekuatan dan penyebaran agama Islam.

Perjanjian kerjasama pun ditandatangani antara Raja Pajajaran dan orang Portugis. Isinya orang Portugis ditzinkan mendirikan benteng di Sunda Kalapa, yang ditandai di tepi sungai Ciliwung. Rabu 22 Juni 1527. Perjanjian itu tak dapat diterima Demak, Kerajaan Islam yang saat itu sedang berada di puncak kejayaan.

"Sultan Demak mengirimkan balatentaranya, yang dipimpin sendiri oleh menantunya, Fatahillah. Pasukan Fatahillah berhasil menduduki Sunda Kalapa pada 1527. Tatkala armada Portugal datang, pasukan Fatahillah menghaneurkannya. Sia-sia armada Portugal itu hengkang Ke Malaka," ujar Muhammad Isa Ansyari SS.

Dengan kemenangan itu Fatahillah menggantt nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta. Artinya "Kemenangan Berjaya”. Itulah peristiwa bersejarah yang ditetapkan sebagai 'hari jadl' Kota Jakarta. Kekuasaan Jayakarta akhirnya berada di tangan Fatahillah, dan makin meluas sampai ke Banten menjadi Kerajaan Islam.

Tahun 1595. Cornells de Houtman dan anak buahnya tiba di perairan Banten. Orang-orang Belanda itu datang mencari rempah-rempah. Persaingan di antara mereka makin ketat dibumbui permusuhan.

Rabu 20 Maret 1602 seorang token dan negarawan Kerajaan Belanda, Johati van Oldenbarneveld, mengambil suatu prakarsa mengumpulkan para pedagang Belanda dalam suatu wadah. Berdirilah serikat dagang Verenigde Oost Indische Compaqnie atau VOC. VOC merupakan wadah konglomerat zaman dulu.

Tahun 1617. Orang-orang Kerajaan Belanda diizinkan berdagang di Jayakarta. Mereka memperoleh sebidang tanah di sebelah timur sungai Ciliwung, di perkampungan Cina. Di situ mereka membangun kantor dan benteng. Kubu pertahanan Kerajaan Belanda itu tak disukai orang Jayakarta, Banten maupun Kerajaan Inggris. Mereka kemudian berperang.

Tahun 1619. Terjadi pertempuran sengit segitiga antara Kerajaan Belanda, Kerajaan Inggris dan Kerajaan Portugal di pelabuhan Sunda Kalapa. Suasana Teluk Jayakarta itu sekejab menjadi merah api dan merah darah. Di laut teluk banyak bergelimpangan mayat-mayat serdadu Kerajaan Belanda dan Kerajaan Portugal setelah kedua negara kerajaan itu habis digempur pasukan laut Kerajaan Inggris. Inggris menang dalam perang itu.

Kamis, 30 Mei 1619, JP Goen menaklukkan kembali sekaligus menguasai Jayakarta. Saat itu armada Kerajaan Inggris sudah tidak ada lagi karena telah berangkat berlayar menuju Australia, meninggalkan Jayakarta. Sedang armada (laut Kerajaan Portugal pergi menuju ke wilayah ujung timur Nusantara, tepatnya di Timor Timur.

"Jayakarta pada tahun tersebut memasuki lembaran baru. Nama Jayakarta diubah Kerajaan Belanda menjadi Batavia. Nama Batavia ini berasal dari nama Batavieren, bangsa Eropa yang menjadi nenekmoyang Kerajaan Belanda," tukas Muhammad Isa Ansyari SS.

VOC mula-mula menjadikan Batavia sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan. Dengan kepiawaian kompeni lewat intrik dan politik adu domba atau cfewtte et impera terhadap raja-raja di Nusantara. Seluruh wilayah Nusantara dijarahnya. Kejayaannya pun berlangsung cukup lama.

Tahun 1798. VOC jatuh dan dibubarkan. Kekuasaan, harta benda dan utangnya yartg 134,7 juta gulden diambil alih Pemerintahan Kerajaan Belanda. Rabu, 1 Januari 1800, Indonesia sejak itu diperintah langsung oleh Pemerintah Kerajaan Belanda. Suatu majelis untuk urusan jajahan Asia lalu didirikan.

Namun, awal Maret 1942, Kerajaan Jepang merebut kekuasaan dari Kerajaan Belanda pada Perang Dunia ke-2. Nama Batavia dikubur balatentara Kerajaan Jepang. Dan, nama Jakarta menggantikannya sampai sekarang. 


Obyek/Tempat Wisata Terkenal Di Jakarta



1. TMII ( Taman Mini Indonesia Indah )

TMMI terdapat kekayaan budaya miniatur indonesia dari sabang hingga merauke. Ini yaitu obyek wisata yang disebut area rangkaian keragaman budaya serta pesona suku yang tinggal di kepulauan indonesia. wisatawan yang berkunjung TMMI bisa lihat beragam platform rumah kebiasaan, baju kebiasaan, benda-benda suci suku spesifik, untuk seni serta tari budaya dari 33 provinsi di indonesia.

Bukan sekedar itu, TMMI yaitu di antara obyek wisata di jakarta dengan tempat terluas. Anda tidak akan menjelajahi tempat-tempat wisata yang unik di jakarta cuma didalam 1 hari. TMMI mempunyai sebanyak museum seni serta budaya untuk siswa. contohnya, kerajinan serta museum rekayasa, museum reptil, museum burung, serta teater keong mas. Pada saat-waktu spesifik di TMMI , diadakan festival seni budaya nasional dengan tema spesifik.

2. Taman Impian Jaya Ancol

Ancol adalah tempat wisata popular di jakarta utara sejak berdirinya pada th. 1966, ancol bay city atau juga dikenal sebagai taman yang dimimpikan jaya ancol yaitu yang terbesar serta sangat menarik dari taman rekreasi di jakarta. ancol terdiri dari lapangan golf, taman hiburan, hotel, klub malam, serta kolam renang. Tterdapat di utara jakarta di tempat reklamasi di teluk jakarta. Berkunjung ke ancol dapat berikan tawa serta kebahagiaan berbarengan rekan maupun keluarga dengan beragam area rekreasi yang dapat dikunjungi.

Tempat wisata di Taman Impian Jaya Ancol :

  1. Dunia Fantasi (Dufan). Tempat wisata dengan lebih dari 40 wahana permainan dan atraksi. Harga tiket untuk masuk ke Dunia Fantasi adalah Rp 135.000 per orang pada hari kerja.
  2. Atlantis Water adventure. Lima hektar taman air besar bertema kota mitologi Atlantis dengan kolam ombak, kolam air terjun, slide, kolam renang anak-anak, dan restoran.
  3. Ancol Bay City.
  4. Sea World. Salah satu akuarium terbesar di Asia Tenggara menampilkan kolam untuk buaya dan hiu, dan kolam permainan untuk sahabat laut.
  5. Pasar Seni. Sebuah pasar seni yang dalam perjalanannya selama 25 tahun telah menjadi pusat kerajinan dan produk seni lainnya, serta sebagai pusat bagi seniman untuk secara langsung membuat dan menjual produk mereka
  6. Executive Golf Fun, 18 hole lapangan golf internasional pantai Ancol.
  7. Pantai. Dalam resor Anda dapat menemukan pantai Karnaval dan pantai Festival.


3. Monas ( Monumen Nasional )

Monas yaitu di antara pusat hiburan kota. Monumen nasional jadi ikon kota jakarta. Puncak monas yang dilapis emas serta tampak bercahaya terang pada malam hari. Objek wisata ini adalah area berkumpul orang-orang dari status sosial yang bermacam. Kerap dipakai sebagai pusat seni serta budaya acara festival yang dapat di nikmati oleh masyarakat umum dengan gratis.

Didalam kompleks monumen, ada museum gajah mada. Museum ini mempunyai beragam kekayaan seni serta budaya dari properti bersejarah indonesia. Benda purbakala yang ditemukan di indonesia, banyak yang disimpan di monas. Lantas janganlah ragu-ragu untuk berkunjung ke monas serta amat direkomendasikan untuk mahasiswa yang pingin pelajari kekayaan budaya indonesia dari zaman prasejarah hingga saat ini. Monas kerap dipakai untuk jadi tuan rumah acara olahraga nasional serta internasional.

4. Kebun Binatang Ragunan

Kebun binatang ragunan yaitu kebun binatang pertama di indonesia. Kebun binatang ini didirikan pada th. 1864 dengan nama planten en dierentuin, yang bermakna tanaman serta kebun binatang. Pemprov dki jakarta menyumbangkan 30 hektar tempat yang disebut rumah ke kebun binatang. Gubernur dki jakarta ali sadikin resmikan taman margasatwa ragunan pada 22 juni 1966. Sekarang ini kebun binatang ragunan terdapat di ragunan, pasar minggu, jakarta selatan, indonesia. Kebun binatang seluas 140 hektar, dengan beragam koleksi yang terdiri dari 295 spesies serta 4040 spesimen.

5. Kota Tua

Kota tua juga dikenal sebagai old batavia. kota tua jakarta atau akrab disapa old town yaitu tempat kecil di jakarta yang mempunyai luas 1, 3 km. Persegi melintasi jakarta utara serta jakarta barat, meliputi tempat pinangsia, taman sari serta roa malaka. Kota tua yaitu area yang tetap kuat dengan histori serta budaya dari belanda serta cina.

Kota tua menghidangkan situasi antik khas kota tua dengan banyak bangunan serta museum bersejarah, disamping itu kita juga dapat nikmati wisata bahari, wisata belanja, wisata histori serta budaya, rekreasi serta hiburan, serta wisata dengan ketertarikan spesial.

Kuliner Khas Kota Jakarta



Kerak Telor

Kerak telor merupakan makanan khas Jakarta yang cukup terkenal. Namun, saat ini sudah agak sulit mencari penjual kerak telor. Biasanya, makanan yang terbuat dari beras ketan putih ini dapat ditemui dengan mudah jika ada acara khusus, salah satunya adalah di Pekan Raya Jakarta (PRJ).

Kerak telor memiliki cita rasa yang gurih, dan dapat pula menggunakan telur ayam atau beber sesuai selera Anda. Makanan yang dimasak diatas tungku tanah liat ini sedap disantap saat masih panas.

Asinan Betawi

Nah, makanan ini adalah salah satu yang paling dicari dan dirindukan oleh masyarakat Jakarta. Kesegaran makanan yang terdiri dari campuran beragam sayuran mentah, sawi asin, potongan tahu mentah serta kerupuk kuning ini disiram dengan bumbu kacang yang rasanya tak membuat lidah bosan merasakannya.

Kue Pancong

Kue pancong adalah salah satu jajanan tradisional khas Jakarta yang masih diminati hingga saat ini. Penampilan yang hampir sama dengan kue pukis ini kadang dapat mengecoh mata. Yang membedakan kedua kue tersebut adalah rasa dan bahannya. Jika rasa kue pukis manis, maka kue pancong memiliki cita rasa gurih. Dengan tekstur kasar dari parutan kelapa yang ada didalamnya ketika gigitan kue pancong mendarat dimulut Anda.

Jika Anda menyukai makanan manis, jangan khawatir kue pancong biasanya dimakan dengan membubuhkan gula pasir diatasnya. Namun, kue pancong dapat dinikmati dengan atau tanpa gula pasir semua tergantung selera

Sayur Babanci

Anda adalah orang Betawi asli? Nah, jangan mengaku orang Betawi jika belum pernah mencicipi makanan yang satu ini. Dinamakan sayur babanci karena memang segala macam jenis sayuran terdapat di dalamnya.  Sayur yang sudah sangat jarang dapat kita temui di Jakarta ini kaya akan rempah-rempah dan memiliki cita rasa gurih. Bagi Anda pecinta kuliner, sayur ini sangat cocok untuk menggugah selera makan Anda dan membuat makanan ini wajib untuk dicoba.


Sumber : http://www.kumpulansejarah.com/2012/11/sejarah-asal-usul-kota-jakarta.html
                http://objektempatwisata.blogspot.com/2013/07/5-tempat-wisata-di-jakarta-               terfavorit.html
                http://mediapublica.co/2013/06/24/makanan-khas-jakarta-dengan-cita-rasa-tak-         tergantikan/

Comments
0 Comments
Facebook Comments by Tentang Makna Kata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan komentar dan memberikan tanggapan kamu di posting ini. Kamu juga dapat berlangganan newsletter gratis kami untuk menerima semua posting "Tentang Makna Kata" secara langsung melalui e-mail.